About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Rabu, 30 November 2011

Karya Ilmiah Remaja (KIR)

Kelompok ilmiah remaja (disingkat KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan karya ilmiah. KIR merupakan kegiatan ekstrakurikuler di SMP, SMA, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, maupun pondok pesantren. Ekstrakurikuler ini merupakan organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan, dan teknologi pada masa kini maupun masa yang akan datang.

Sejarah

Youth Science Club (disingkat YSC) awalnya dibentuk bagi remaja yang berusia 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan usia tersebut diubah menjadi 12-21 tahun. Di Indonesia, Youth Science Club dikenal dengan nama Kelompok Ilmiah Remaja yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia itu sendiri. Pembentukannya diawali pada tahun 1969 saat koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya, setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami perkembangan, maka Remaja Yudha Club berubah menjadi Kelompok Ilmiah Remaja. Istilah ini masih digunakan hingga saat ini, dan masih aktif dilaksanakan di berbagai sekolah di seluruh Indonesia.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah, kejujuran dalam gejala alam yang ditemui dalam dengan kepekaan yang tinggi berdasarkan metode yang sistematis, objektif, rasional, dan berprosedur. Sehingga kegiatan tersebut dapat memberikan kompetensi pengembangan diri dalam kehidupan.

Manfaat

Kelompok Ilmiah Remaja yang dikembangkan di sekolah mempunyai beberapa manfaat bagi siswa, guru, dan sekolah. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

Manfaat bagi siswa

  • Membangkitkan rasa keingintahuan terhadap fenomena alam yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir terhadap fenomena-fenomena alam.
  • Meningkatkan kreativitas yang menumbuhkan kemampuan berkreasi dan daya kritis.
  • Menambah wawasan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Meningkatkan keterampilan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Meningkatkan minat membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi.
  • Memperluas wawasan dan kemampuan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat, dan presentasi ilmiah.
  • Memperkenalkan cara-cara berorganisasi secara formal.
  • Sebagai wahana untuk menempa kedewasaan sikap dan kepribadian.
  • Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, percaya diri, toleransi, kreatif, kritis, dan skeptis.
  • Sebagai ajang uji coba prestasi dan prestise.
  • Membuka kesempatan untuk mendapat prioritas melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas.

Manfaat bagi guru

  • Menambah wawasan ilmu pengetahuan secara luas.
  • Menambah pengetahuan dalam menunjang kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
  • Meningkatkan minat membaca dan rasa keingintahuan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Mengenal perkembangan sikap dan kepribadian siswa lebih mendalam.
  • Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.

Manfaat bagi sekolah

  • Memberikan nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi sekolah.
  • Meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah.
  • Memeperluas hubungan kerjasama dengan instansi lainnya.
  • Meningkatkan situasi dan kondisi sekolah yang kondusif dalam belajar.
  • Menambah fungsi sekolah sebagai tempat pengembangan riset atau penelitian.

                                                                 (Sumber :http://id.wikipedia.org)

Jumat, 11 November 2011

KIR (Karya Ilmiah Remaja)

dalam pembuatan karya tulis ilmiah yang akan di tampilkan ataupun yang akan diajukan dalam perlombaan di suatu event perlombaan regional ataupun nasional, salah satu faktor yang mempengaruhi penilaian juri terhadap karya tulis ilmiah yang telah kita buat adalah pembuatan judul dari karya tulis kita. Judul sebuah karya tulis ilmiah yang dinilai oleh juri bisa diibaratkan seorang pembeli buku yang akan membeli buku yang melihat sampulnya saja. sampul ini lah yang akan menentukan buku tersebut dibeli atau tidak oleh seorang pembeli. Begitu besarnya dampak judul dari sebuah karya tulis yang akan kita kirim ke juri. mungkin kita belum sempat memprediksi berapa banyak karya tulis yang akan diajukan ke sebuah institusi penyelenggara event perlombaan karya tulis ilmiah. kita asumsikan bahwa saingan dalam sebuah lomba karya tulis ilmiah adalah sebanyak 1000 judul. dari sisi jumlah, peserta perlombaan karya tulis ilmiah yang mengikuti lomba sangatlah besar, kemungkinan kecil bahkan sangat kecil peluang karya tulis kita untuk diterima oleh pihak event organizer.tapi jangan berpikiran sempit dulu teman-teman,hal inilah yang sering menyurutkan nyali dari peserta perlombaan karya tulis ilmiah.
mungkin sedikit trik di bawah akan sedikit membantu dalam penyusunan karya tulis ilmiah:
  1. berfikirlah kreatif dengan memanfaatkan lingkungan sebagai objek yang tidak pernah terfikir olehorang lain
  2. kumpukan ide ide kretif yang telah terpikir, catat keyword-keyword kreatif tadi di atas keras. (seperti kata pepatah “ikatlah ilmu dengan menulis”)
  3. Setelah terkumpul berbagai bentuk ide kreatif yang mungkin dari sini sudah membangkitkan semangat teman teman pembaca, berfikirlah rileks terlebih dahulu.
  4. setela rileks, mungkin dapat menjadikan kinerja otak bertambah kreatif.
  5. setelah kinerja otak kita mulai berimajenasi, mulailah mencari korelasi dari kumpulan ide ide kreatif yang telah kita pikirkan. dari korelasi yang telah dipikirkan ini, mungkin kita bisa menganalisa alur dari latar belakang, tujuan pembuatan karya tulis ilmiah, bahkan metodologi penelitian sampai mengimajenasikan adannya langkah penyelesaian dari karya tulis.
  6. setelah terbentuk suatu alur berjalanya karya tulis kita, maka bab terakhir adalah pemberian judul.
  7. untuk pemberian judul karya tulis ilmiah yang telah kita terawang ada baiknya kita lihat beberapa pertimbangan di bwah ini:
  • judul harus spesifik (kalo pas jaman saya sekolah, biasanya disebut judul yang mengkhusus ke tujuanya)
  • judul harus sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD)
  • judul boleh spesifik, tapi jangan bertele tele alias lambret…. panjang poool..

                                                                           (sumber :http://blog.its.ac.id/masukajadhe )